Standing on the shoulders of giants

Showing posts with label BANK UMUM. Show all posts
Showing posts with label BANK UMUM. Show all posts

Oct 22, 2012

LAPORAN BANK UMUM

PK Kriteria Kriteria
1.LAPORAN BERKALA

a.Periode Harian
  • Laporan Transaksi PUAB, PUAS, Surat Berharga di pasar sekunder, dan transaksi devisa
  • Laporan Posisi Devisa Neto
  • Laporan Pos-pos tertentu neraca
  • Laporan proyeksi arus kas
  • Laporan suku bunga dan tingkat imbalan deposito investasi  mudharabah
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
      Laporan Sistem Informasi Debitur (SID)
b. Periode Mingguan
  • Laporan Transaksi Derivatif
  • Laporan Dana Pihak Ketiga
  • Laporan Dana Pihak Ketiga milik Pemerintah
  • Laporan Pos-pos Neraca Mingguan

c. Periode Bulanan
  • Laporan Bulanan Bank Umum (LBU) / laporan Bulanan Bank Umum Syariah (LBUS)
  • Laporan Keuangan Publikasi Bulanan pada website BI.
  • Laporan Lalu Lintas Devisa
  • Laporan Penyediaan Dana
  • Laporan Restrukturisasi Kredit/Pembiayaan
  • Laporan Debitur (SID)
  • Laporan BMPK
  • Laporan Maturity Profile
  • Laporan Market Risk
  • Laporan Deposan dan Debitur Inti
  • Laporan KPMM dengan memperhitungkan risiko pasar
  • Laporan investasi mudharabah (untuk bank yang melakukan kegiatan usaha dengan prisip syariah)
  • Laporan transaksi structured product
  • Laporan Bulanan
  • Laporan Batas Maksimum Pemberian Kredit (BMPK)
  • • Laporan Sistem Informasi Debitur (SID)

d. Periode Triwulanan
  • Laporan Keuangan Publikasi Bank
  • Laporan Realisasi Rencana Bisnis (Business Plan)
  • Laporan penanganan dan penyelesaian pengaduan Nasabah
  • Penilaian Tingkat Kesehatan (disampaikan ke BI apabila diminta)
  • Laporan Risk Profile
  • Laporan profil risiko secara konsolidasi
  • Laporan Keuangan Perusahaan Anak Laporan Transaksi antara Bank dengan Pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa
  • Distribusi Bagi Hasil bagi Nasabah
  • Laporan Keuangan Publikasi
  • Laporan Penanganan Pengaduan Nasabah

e. Periode Semesteran
  • Laporan Pengawasan Dewan Komisaris tentang Pelaksanaan Rencana Kerja Bank.
  • Laporan Pelaksanaan dan Pokok-Pokok Hasil Audit Intern.
  • Laporan Pelaksanaan Tugas Direktur Kepatuhan
  • • Laporan Sumber dan Pengunaan dana Qardh, Laporan Sumber dan Penggunaan dana Zakat, Infaq, Shodaqah (ZIS).
  • Laporan Pelaksanaan Rencana Kerja

f. Periode Tahunan
  • Rencana Bisnis
  • Laporan Keuangan Tahunan
  • Laporan Tahunan
  • Laporan Rencana Penerimaan Pinjaman Luar Negeri
  • Laporan Teknologi Sistem Informasi
  • Laporan Pelaksanaan Good Corporate Governance/GCG
  • Laporan Struktur Kelompok Usaha
  • Rencana Kerja BPR
  • Laporan Keuangan Tahunan
  • Laporan Struktur Kelompok Usaha

g. Periode Tiga Tahunan
  • • Laporan Kaji Ulang Pihak Ekstern Terhadap Kinerja Audit Intern

2.LAPORAN LAINNYA
  • Laporan yang berkaitan dengan kelembagaan bank
  • Laporan yang berkaitan dengan kepengurusan bank
  • Laporan yang berkaitan dengan operasional bank
  • Laporan khusus yang berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan bank
  • Laporan transaksi keuangan mencurigakan (ke PPATK)
  • Laporan yang berkaitan dengan produk dan aktivitas baru bank
  • Laporan yang berkaitan dengan kelembagaan bank
  • Laporan yang berkaitan dengan kepengurusan bank
  • Laporan yang berkaitan dengan operasional bank
  • Laporan khusus yang berkaitan dengan pembinaan dan pengawasan bank
  • Laporan transaksi keuangan mencurigakan (ke PPATK)

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge
Share:

May 31, 2012

POLA MANAJEMEN BANK

Dahlan Siamat (1995: 54) mengemukakan pola menajemen bank yang sering dianut oleh bank umum antara lain adalah sebagai berikut :
a. Manajemen Konservatif
b. Manajemen Agresif
c. Kombinasi Pola Manajemen Koservatif dan Agresif.

Manajemen Konservatif

Pola manajemen bank seperti ini sangat mempertimbangkan risiko yang mungkin dihadapi setiap tingkat kegiatan usahanya. Oleh karena itu bank yang menganut pola tersebut sering kelebihan likuiditas yang relatif besar. Manajemen bank yang konservatif biasanya menitikberatkan kelebihan dananya dalam bentuk cadangan sekunder terutama sekuritas yang diterbitkan oleh bank sentral, dan dapat dijadikan sumber likuiditas di samping sebagai sumber pendapatan meskipun relatif rendah. Dalam mencapai tujuan, bank lebih terkonsentrasi pada penggunaan dana sendiri. Konsekuensi pola ini biasanya tidak dipacu untuk mengerahkan usaha guna meningkatkan keuntungan bank.

Manajemen Agresif

Pola manajemen yang agresif sangat berbeda dengan pola konservatif. Pola manajemen agresif lebih berorientasi untuk mengakselerasi pendapatan operasional bank meskipun kemungkinan risiko yang dihadapi relatif lebih tinggi pula. Ciri pola manajemen ini anatara lain adalah penggunaan dana pihak ketiga yang lebih besar dalam memenuhi kebutuhannya. Dalam mengalokasikan dana sedapat mungkin menghindari terjadinya kelebihan likuiditas. Sedangkan risiko bukanlah merupakan suatu masalah utama yang perlu dipertimbangkan.

Kombinasi Pola Manajemen Konservatif dan Agresif

Penggunaan antara pola manajemen bank yang konservatif dengan pola manajemen agresif merupakan tipe pola manajemen yang paling umum dianut oleh hampir semua bank. Manajemen bank mengkombinasikan antara gaya konservatif dan agresif dalam pengambilan kebijakan dan penentuan strategi usaha bank sehari-hari. Dalam keadaaan tertentu bank kadang-kadang akan menjadi lebih konservatif atau agresif tergantung pada keadaan intern bank, nasabah yang dihadapi, kebijakan moneter pemerintah, situasi persaingan dan keadaan umum perekonomian.

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge
Share:

GAMBARAN UMUM MANAJEMEN BANK

Manajemen sebagaimana dikemukakan oleh Mudradjad Kuncoro & Suhardjono (2002:99) adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian serta penggunaan semua sumber daya organisasi untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Dalam pengertian tersebut terkandung adanya suatu proses, yaitu cara yang sistematik dalam menjalankan suatu perusahaan untuk mencapai tujuan.
Tugas manajemen secara umum dibagi dalam empat fungsi, yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengendalian dan pengarahan. Dalam mengelola suatu bank, manajemen berkewajiban untuk melaksanakan keempat fungsi tersebut secara simultan.

Sasaran Manajemen

Pelaksanaan manajemen bank pada prinsipnya dapat dibedakan menurut jangka waktu sasarannya, yaitu sasaran jangka pendek dan sasaran yang bersifat jangka panjang.

a. Sasaran Jangka Pendek
Sasaran jangka pendek ini berkaitan dengan masalah penggunaan waktu untuk mencapai tujuan yang sifatnya jangka pendek pula.

Penggolongan sasaran manajemen bank secara jangka pendek ini antara lain meliputi :
  1. Memenuhi likuiditas wajib minimum yang ditetapkan oleh otoritas moneter. Likuiditas tersebut digunakan misalnya untuk memenuhi penarikan-penarikan yang dilakukan oleh nasabah di samping untuk berjaga-jaga bila bank mengalami kekalahan kliring.
  2.  
  3. Memberikan jasa-jasa kepada nasabah. Pemberian jasa-jasa kepada nasabah anatara lain jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran, memenuhi kebutuhan masyarakat akan kredit, menerima semua penarikan oleh nasabah tanpa adanya penundaan.
  4.  
  5. Menanamkan dana dalam sekuritas. Penanaman atau pengalokasian dana dalam bentuk surat-surat berharga dalam kegiatan perbankan disebut investment. Strategi investment meliputi penentuan jenis surat-surat berharga yang dapat dibeli. Di samping faktor-faktor lainnya yang perlu dipertimbangkan antara lain adalah tingkat bunga, jangka waktu, keamanan, pajak, mudah diperjualbelikan dan diversifika
b. Sasaran Jangka Panjang 

Sasaran jangka panjang pengelolaan bank umum adalah bagaimana memperoleh keuntungan dari kegiatan usaha bank untuk memaksimalkan kekayaan pemilik bank. Untuk mencapai tujuan tersebut, bank tersebut harus mempergunakan dana yang dimilikinya termasuk dana sendiri dan dana ekstern secara efisiensi dan efektif dengan tetap mempertimbangkan faktor-faktor risiko yang dapat membahayakan kegiatan usaha bank.

Untuk mencapai sasaran tersebut, bank tidak boleh mengorbankan tujuan jangka pendek misalnya menggunakan semua dana yang dimilikinya atau dihimpunnya guna mengoptimalkan keuntungan. Meskipun sasaran kontinuitas usaha, namun sasaran jangka pendek tetap merupakan masalah prioritas yang mutlak harus dipenuhi.

Dalam pengelolaan bank perlu ada suatu petunjuk yang ditetapkan oleh manajemen yang dijadikan pedoman bagi setiap unit kerja dalam melakukan kegiatan operasional misalnya menyangkut risiko yang akan ditolerir oleh manajemen bank atau nasabah yang akan dijadikan sasaran. Demikian pula mengenai sasaran nasabah yang akan dilayani apakah nasabah institusi, grup atau perorangan.

Mari Berteman ^^
David Iskandar | Create Your Badge

Share:

My Linkedin

Anda Pengunjung Ke

Popular Posts

Search This Blog