Standing on the shoulders of giants

Showing posts with label ALMA. Show all posts
Showing posts with label ALMA. Show all posts

May 23, 2015

LDR menjadi LFR


Dalam praktek ALMA, dikenal beberapa rasio-rasio dan salah satu rasio yang paling penting adalah rasio Loan to Deposit Ratio (LDR). Selain digunakan untuk mengukur seberapa optimal pengelolaan dana yang dihimpun bank kedalam sektor kredit, LDR juga digunakan sebagai alat ukur likuiditas suatu bank. Sumber dana bank pada umumnya mayoritas berasal dari dana pihak ketiga yang dihimpun bank, yang kemudian akan disalurkan kepada aktiva produktif (aktiva produktif yang paling signifikan pada umumnya adalah kredit). Jadi sederhananya, jika Rasio LDR semakin rendah maka dapat dikatakan banyak dana nganggur yang belum tersalurkan dalam bentuk kredit yang diberikan,  tetapi disisi lain bank memiliki kemampuan likuiditas yang prima.
Share:

Oct 17, 2014

MANAJEMEN PASSIVA


Manajemen Pasiva atau Liability Management:
          Suatu proses dimana bank berusaha mengembangkan sumber-sumber dana yang non tradisional melalui pinjaman di pasar uang atau dengan menerbitkan instrumen utang untuk digunakan secara menguntungkan terutama untuk memenuhi permintaan kredit
          Keseluruhan aktivitas yang tampak pada sisi liabilities
Share:

Dec 30, 2012

Konsep Manajemen Likuiditas

Cost Liquidity Concept


Konsep ini didasari pemikiran bahwa dalam pengelolaan likuiditas yang paling penting adalah sejauh mana terjadi keseimbangan antara biaya menahan alat likuid dengan risiko yang diakibatkannya. Atau dengan kata lain bahwa konsep ini menitikberatkan pada biaya yang timbul atas pengendalian likuiditas tersebut.

Dalam rangka mengendalikan likuiditas  maka bank akan mengeluarkan biaya  yaitu:
  1. Biaya menahan Alat likuid  (Cost Of Maintaining Liquidity) yaitu biaya yang timbul karena harus menahan sejumlah uang baik dalam bentuk Kas maupun dalam bentuk rekening di Bank Indonesia sebagai alat likuid yang tidak menghasilkan bunga. 
  2. Biaya Kekurangan Alat Likuid (Cost Of Lack Liquidity) yaitu biaya yang timbul karena kekurangan Alat likuid yang ditahan karena penarikan penarikan yang mendadak, sehingga bank harus mencari dana yang biayanya lebih besar dari biaya yang seharusnya dikeluarkan (biaya denda overdraft, biaya fasilitas diskonto, biaya pengambilan uang kas yang mendadak).
Share:

DL / LI MANAGEMENT



Secara umum dapat diartikan bahwa Deposit and Liability Management adalah usaha untuk mendapatkan dana untuk memenuhi kebutuhan operasional bank, baik melalui penghimpunan dana pihak ketiga (masyarakat), dana pihak kedua yang dapat dihimpun melalui pasar uang atau pasar modal maupun yang berasal dari Pihak Pertama (pemilik) melalui Pasar Modal. (Slamet Riyadi, 2003:73).


Beberapa hal penting  yang menjadi inti dari Deposit and Liability Management adalah :
Share:

Manajemen Likuiditas Bank



Likuiditas pada umumnya didefinisikan sebagai kepemilikan sumber dana yang memadai untuk memenuhi seluruh kebutuhan dan kewajiban yang akan jatuh tempo. Dengan kata lain, likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya pada saat ditagih.

Pengertian lainnya adalah  kemampuan untuk memiliki sumber dana yang cukup untuk memenuhi seluruh kewajiban-kewajiban yang jatuh tempo dan untuk memenuhi kebutuhannnya sesuai dengan
Share:

PENGERTIAN ALMA

Kegiatan pokok industri perbankan adalah menghimpun dana dari anggota masyarakat yang kelebihan dana dan menyalurkannya kembali kepada anggota masyarakat pemakai dana yang memerlukan dana.  Dengan kegiatan tersebut maka akan tercipta satu mekanisme yang dapat mendayagunakan sumber ekonomi masyarakat sehingga pada akhirnya akan meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi negara. Dalam meghimpun dana, bank harus mengeluarkan biaya dana yang disebut Biaya Bunga Dana (Interest Expenses), sementara dalam penyaluran dana kepada pihak yang membutuhkan dana, bank akan memperoleh bunga dana yang disebut dengan Pendapatan Bunga Dana (Interest Income).
Share:

GAP & NIM Management

Manajemen Gap (Gap Management)


Gap adalah perbedaan atau selisih antara asset yang sensitif terhadap bunga (Rate Sensitive Asset/RSA) dengan Liability yang sensitif terhadap suku bunga (Rate Sensitive Liability/RSL).
Manajemen Gap adalah upaya-upaya untuk mengelola dan mengendalikan kesenjangan (gap) antara asset dan liability pada suatu periode yang sama, meliputi kesenjangan dalam hal jumlah dana, suku bunga, maturity atau perpaduan ketiganya (mix mismatch).

Pendapat lain mengatakan mengatakan bahwa yang dimaksud dengan Gap Management adalah suatu aktifitas untuk mengatur atau menata Asset and Liabilities yang sensitif terhadap gejolak tingkat bunga sehingga terhindar atau meminimumkan pengaruhnya dan akhirnya akan dapat dicapai keuntungan yang stabil dan berkembang.

Rumusan singkat gap (mismatch)  yaitu :
Share:

MANAJEMEN ASSET

Kondisi asset suatu bank memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kemampuan bank dalam menjaga performance, hal ini disebabkan asset merupakan sumber utama di dalam memperoleh pendapatan bank, baik berupa pendapatan dari kredit ataupun pendapatan lainnya. Asset juga merupakan daya tarik bagi nasabah deposan untuk menempatkan dananya pada bank, hal mana terkait kepada pengembangan fee based income bank. Untuk hal tersebut kualitas assets bank yang baik, akan mampu untuk menjaga  likuiditas, rentabilitas dan solvabilitas bank.
Di samping itu pula, assets bank merupakan komponen yang sifatnya controllable bagi manajemen bank,  kondisi ini agak berbeda jika dibandingkan dengan sisi liability, dimana tidak seluruhnya bersifat controllable, misalnya dana dimana  pemiliknya adalah para deposan yang memiliki kebebasan untuk mendepositokan dana, pada bank lain yang memberikan pelayanan dan tingkat bunga yang lebih baik.
Share:

Dec 29, 2012

PRICING MANAGEMENT


Manajemen pricing adalah suatu kegiatan untuk menentukan tingkat suku bunga dari produk-produk yang ditawarkan bank, baik disisi asset maupun liability.

Mengingat bahwa dana merupakan bahan baku utama yang dijual oleh suatu bank dalam kegiatan operasionalnya, maka penetapan harga jual untuk asset pricing banyak mendasarkan kepada harga beli atau harga pokok dari bahan bakunya yaitu Liability Pricing.

Share:

Perhitungan GWM


Giro Wajib Minimum disingkat GWM adalah jumlah dana minimum yang wajib dipelihara oleh Bank yang besarnya ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar Persentase tertentu dari Dana Pihak Ketiga Bank / DPK (merupakan kewajiban Bank kepada penduduk dan bukan penduduk dalam rupiah dan valuta asing). Dalam perhitungan GWM, DPK berpedoman kepada laporan DPK dalam Rupiah dan Valuta Asing pada Laporan Berkala Bank Umum.

Bank diwajibkan memenuhi GWM dalam rupiah yang terdiri dari GWM Primer, GWM Sekunder & GWM LDR serta tambahan GWM Valas bagi bank devisa, yang secara singkat diuraikan sebagai berikut :
Share:

Dec 23, 2012

Posisi Devisa Netto



Posisi Devisa Netto adalah angka yang merupakan penjumlahan dari nilai absolut dari selisih bersih aktiva dan pasiva dalam neraca untuk setiap valuta asing ditambah dengan selisih bersih tagihan dan kewajiban baik yang merupakan komitmen maupun kontinjensi dalam rekening administratif untuk setiap valuta asing yang semuanya dinyatakan dalam Rupiah.
Aktivitas bank devisa dalam mengelola valuta asing (valas) dapat menimbulkan posisi sebagai berikut :

Long : Apabila jumlah aset valas lebih besar dari passiva valas
Short : Apabila jumlah aset valas lebih kecil dari passiva valas

Jumlah asset & passiva valas tersebut adalah termasuk hak & kewajiban dalam rekening administratif bank. 
Share:

My Linkedin

Anda Pengunjung Ke

Popular Posts

Search This Blog